Lebih Jelas HALAL Dengan Software yang Gratisan

Memakai software bajakan termasuk pelanggaran terhadap kekayaan intelektual yang telah diakui syariat terkait dengan kewajiban menjaganya.

Sebagaimana dijelaskan dalam fatwa Komite Tetap Fatwa dan Penelitian Agama Kerajaan Saudi Arabia yang berbunyi: “Tidak dibenarkan bagi Anda untuk menggandakan program-program komputer yang pemiliknya melarang untuk digandakan kecuali atas seizinnya.

Ini berdasarkan sabda Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam– المُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوطِهِمْ “Umat Islam berkewajiban untuk senantiasa memenuhi persyaratan mereka.” Dan juga berdasarkan sabda beliau –shollallohu ‘alaihi wa sallam–, لاَ يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِطِيبة من نَفْسٍ “Tidaklah halal harta seorang muslim kecuali atas kerelaan darinya.” Dan juga berdasarkan sabda beliau –shollallohu ‘alaihi wa sallam–, مَنْ سَبَقَ إِلَى مُبَاحٍ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ “Barang siapa telah lebih dahulu mendapatkan sesuatu yang mubah (halal), maka dialah yang lebih berhak atasnya.” Hukum ini berlaku baik si pembuat/pengembang program adalah seorang muslim atau kafir selain kafir harbi (yang dengan terus terang memusuhi umat Islam), karena hak-hak orang kafir (selain kafir harbi), dihormati layaknya hak-hak seorang muslim. Wabillahittaufiq, dan semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.” (Majmu’ Fatawa Lajnah Ad Da’imah 13/188, fatwa no: 18453) Melihat ini semua, seharusnya kita berusaha untuk memiliki software yang original dan tidak menggunakan yang bajakan.

Bila Anda menggunakan jasa warnet atau yang lainnya, maka hendaknya tidak perlu meneliti apakah software yang digunakan bajakan atau tidak. Namun, bila Anda yakin benar bahwasanya yang bersangkutan menggunakan software bajakan, maka hendaknya Anda menasihati pemiliknya untuk mengganti dengan yang original dalam rangka menerapkan amar makruf nahi munkar.

Demikian juga dalam memperoleh software original, kita harus melalui cara dan harta yang halal, tidak boleh menggunakan pinjaman ke bank yang mayoritas aktivitasnya adalah ribawi. Karena meminjam di sana, berarti memberikan riba kepada lembaga keuangan tersebut. Ini sama saja hukumnya dengan yang memakan riba, seperti dijelaskan dalam hadits Rasulullah –shollallohu ‘alaihi wa sallam– yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jabir bin Abdillah –rodhiyallohu ‘anhu–, bahwa ia menceritakan, لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”

Cobalah menggunakan software yang gratisan/free sebelum memiliki kemampuan membeli yang original, karena tujuan kita bekerja adalah mendapatkan rezeki yang halal dan baik yang tidak dapat dimiliki dengan kemaksiatan kepada Allah. Dengan ketakwaan dan tawakkal kepada Allah yang benar, insya Allah akan dimudahkan untuk mendapatkan yang terbaik.

Sumber :  http://majalahsakinah.com/2010/09/software-bajakan/

Posted on 19 Juni 2012, in Islam, Komputer & Teknologi, Lain-lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: