Pidato / kata sambutan pernikahan

Bismillahirohmanirrohim.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillahhirobbil ‘alamin, puji syukur kepada Allah Swt. karena dengan segala nikmatnyalah kita semua dapat bertemu dalam acara resepsi pernikahan anak/adik kami. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan nabi kita Muhammad SAW.

Perkenankan saya mewakili dari orang tua saya, untuk memberikan sepatah kata kepada kedua mempelai. Namun sebelumnya, Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas perkenan para hadirin undangan semuanya untuk hadir pada acara hari ini.

Atas nama ayahanda mempelai wanita kami mengucapkan selamat datang kepada rombongan pengantin pria, Semoga itikad baik saudara-saudara sekalian mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin!

Kami atas nama bapak Suyono sekeluarga, dengan seizin Allah SWT, Insya Allah dengan tulus menerima keluarga besar Bapak Siahaan sebagai keluarga sendiri, sekaligus juga tentunya menerima Putra kami Ridwan  sebagaimana layaknya putra sendiri. Mudah-mudahan hubungan keluarga ini mendapat berkah dari Allah SWT hingga di akhirat kelak. Amin!

Kepada putranda Ridwan, sebagai seorang suami tentunya sepenuhnya bertanggung jawab terhadap seorang istri. Oleh sebab itu kami serahkan nanda Yosi Lestari kepadamu, pergaulilah istrimu sebagaimana engkau menggauli dirimu sendiri, kasihilah istrimu sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri. Insya Allah hidupmu akan bahagia hingga akhir hayat di kandung badan. Amin!

Anak/Adik kami, seperti juga semua kita, akan membentuk keluarga yang saling mencintai dengan tulus ikhlas antara suami istri, cinta dan kasih sayang yang disebut sebagai keluarga mawaddah.

Sebab dengan saling kasih mengasihi, saling sayang menyayangi, saling hormat menghormati, menjaga kehormatan suami , menjaga kehormatan isteri. Dari situlah akan membangkitkan suasana ketenangan keluarga, ini namanya keluarga sakinah. Satu keluarga tempat berbagi suka dan duka dalam menempuh kehidupan.

Mawaddah dan sakinah akan memancarkan rahmah, menebarkan kasih sayang kepada lingkungan sekelilingnya. Berbelas kasih , berbagi kebahagian atau menebarkan kasih sayang dan kedamaian kepada sekelilingnya. Itulah tujuan pernikahan ananda berdua.

Sungguh indah dan mulia tujuan pernikahan itu. Besar harapan kami semua, untuk kedua anak/adik kami bahwa apapun yang terjadi, kembalilah kepada tujuan pernikahan. Berupayalah agar tujuan mulia pernikahan tsb  tetap terjaga hingga akhir hayat.

Sebagai pasangan suami isteri, jadilah orang-orang yang mengasihi dan menyayangi orang-orang yang ada disekiling kalian, yang telah membantu kalian, yang telah mendidik dan merawat kalian. Insya Allah berbuat baik dan berkasih sayang, akan mendatangkan kebaikan dan kasih sayang yang berlimpah.

Mulai saat ini, kalian telah mulai mengayuhkan bahtera rumah tangga di tengah samudera kehidupan, yang pasti saja ada riak dan gelombang, dan Insya Allah, selama keduanya tetap hati-hati ditengah pelayarannya,  amanah memegang kemudi, menjaga haluan tidak berpaling, niscaya akan terjejak tanah tepi, akan di capai pula pulau bahagia.

Tentu tidak lama lagi, adik kami akan menjadi seorang IBU artinya Ikutan Bagi Umat, menjadi pemayung kasih sayang anak turunan, sesuai pesan Rasulullah SAW, “an nisak ‘imadul bilaad”, artinya kaum ibu itu adalah tiang utama dalam nagari, kalau mereka baik akan baiklah seluruh negeri, dan kalau mereka rusak maka binasalah seluruh negeri.

Maka, tugas seorang ibu rumah tangga tidak sekedar menyiapkan makanan dan minuman. Akan tetapi menjadi sumber dari sakinah yakni bahagia dan ketenangan. Karena itu sangat dituntut bersifat kreatif, ulet, tabah, sabar dan mampu menghidangkan keindahan dalam rumah tangga.

Akhirnya, seumpama sebuah pelayaran, maka kami lepas anak/adik kami berdua mengharungi bahtera kehidupan berbekal budi luhur.

Demikian pula, kita harapkan kepada ananda putri, sebagai Seorang perempuan muslimah hendaknya mengetahui kewajiban-kewajibannya.

Di antaranya kewajiban kepada Rabb, Tuhan Yang Maha Menjadikan, dan kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.

Perempuan muslimah harus mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut karena disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Shalat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya berarti dia telah merobohkan agama.

Dan jangan lupa selalu memohon taufiq dfan hidayah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Di atas segala penghormatan kepada tatanan masyarakat, maka mufakat sangatlah di utamakan. Mufakat bertujuan hanya untuk menegakkan kebenaran dengan pedoman tunggalnya adalah hidayah dari Allah SWT.

Marilah kita semua memanjatkan doa untuk kedua mempelai :

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Ya Allah eratkan dan rekatkanlah kasih sayang kepada anak-adik kami seperti telah Engkau rekatkan kasih sayang antara Nabi Adam dan Hawa.

Ya Allah kuatkanlah ikatan keduanya dalam rumah tangga seperti telah Engkau kuatkan ikatan rumah tangganya Nabi Yusuf dan Zulaiha.

Ya Allah tentramkanlah rumah tangga mereka, seperti telah Engkau tentramkan rumah tangganya Nabi Ibrahim dan Siti Hajar.

Ya Allah bahagiakanlah rumah tangga mereka seperti telah Engkau bahagiakan rumah tangganya Nabi Muhammad dan Siti Khadijah.

Ya Allah, berikan kepada mereka berkah, curahan rahmat, taufik dan hidayah Mu, agar mereka senantiasa bersabar dalam kesulitan, dan selalu bersyukur dalam kenikmatan

Ya Allah, karunikanlah kepada mereka keturunan yang sehat, yang soleh dan solihah, yang berbakti kepada ibu dan bapaknya, dan berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsanya.

Ya Allah ya Ghofur, kami adalah insan-insan Mu yang lemah, kiranya Engkau berkenan mengampuni segala kesalahan dan dosa kami, dan segala kesalahan dan dosa kedua orang tua kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mendengar. Kabulkanlah segala doa dan permohonan kami, Amin ya rabbal alamiin.

Rabbana taqabbal minna innaka antas samiul a’liim. Wa tub a’laina innaka antat tawwaburrahiim.

Rabbana aatina fiddunya hasanah, wa fill aakhirati hasanah, wa qiina a’zaabannaar. Walhamdulillahi robbil a’lamiin.

Demikianlah kata sambutan kami. Mohon maaf yang sebesar-besarnya bila terdapat kesalahan dan kekhilafan kami.

Wassalamu’alaikum wr. wb

Posted on 29 April 2012, in Islam, Lain-lain and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tank ya shbtqu, ats tek pidatonya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: