SENYAWA ANTI MALARIA

Bila anda merasa demam yang tak kunjung turun disertai pembekakan kelenjar Tiroksin, maka berhati-hatilah, karena mungkin anda menderita malaria. Malaria merupakan penyakit infeksi yang sampai kini menjadi masalah yang paling serius dan kompleks dihadapi umat manusia, bahkan hingga pada abad ini.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1992, pengidap penyakit malaria di dunia sekitar 490 juta orang dengan kematian 1-2,5 juta per tahun, dan tersebar hampir 90 persen di Afrika, kawasan Amerika Selatan dan Asia Tenggara.

Di Indonesia sendiri, penyakit ini telah menjadi langganan bagi masyarakat dihampir semua propinsi. Bahkan berdasarkan Depkes RI tahun 1990, Sumatera Utara dan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara dan Propinsi Papua adalah daerah dengan “Parasite Rate” lebih besar dari 5 persen.

Seperti yang telah kita pahami banyak orang hingga kini satu-satunya obat bagi penderita malaria adalah Kina atau dikenal dengan “Pil Kina”. Namun akhir-akhir ini, baru diketahui bahwa pengobatan dengan Kina menimbulkan efek “Resisten Multidrag”. Kina pun kurang disukai oleh pasien karena menyebabkan gejala Sinkonisme. Selain itu, pengobatan dengan kina membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif lama.

Lantas bagaimana nasib para penderita malaria, jika kina tidak lagi dikonsumsi?. Kini tidak perlu khawatir dan cemas pasalnya, sekarang telah ditemukan senyawa anti malaria baru yang lebih efektif dibandingkan kina. Senyawa tersebut bernama “artemisinin. Penamaan artemisinin diambil dari asal tanaman yang mengandung senyawa antimalaria yaitu artemisia. Jenis tanaman artemisia sangat beraneka ragam, tetapi jenis yang mengandung artemisinin diantaranya adalah : Artemisia Annua, Artemisia Apiaceae, Artemisia Lanceae dan Artemisia Sacrorum. Dari keempat jenis Artemisia ini hanya Artemisia sacrorum yang belum pernah dilakukan penelitian tentang kandungan artemisininnya.

Disamping proses sintesis, senyawa Artemisinin sulit dan sangat mahal, rendemen yang dihasilkan juga sedikit. Sintesis Artemisinin dari senyawa [-]-isopulegol menghasilkan rendemen dibawah 30%, begitu pula sintesis Artemisinin dari senyawa [+]-pulegol, menghasilkan rendemen dibawah 30%. Meski demikian, artemisinin ini sangat prospektif.Adakemungkinan artemisinin dapat dieksplorasi dari bahan lain selain artemisia.

Temuan baru ini diungkapkan oleh Purwatiningtiyas, dalam penelitiannya Promovendus menggunakan Plasmodium Galur Falciparum sebagai media untuk mengetahui keefektifan artemisinin. Plasmodium Falciparum ini merupakan mikroorganisme bersel satu yang sering menjadi penyebab utama penyakit malaria di 11 propinsi diIndonesia. Keunggulan artemisinin ini juga sudah dibuktikan dari hasil skrining terhadap obat-oabt anti malaria di pasaran dan juga terhadap obat anti malaria yang dilakukan oleh Departemen Parasitologi, Universitas Heidelberg Jerman. Dimana hasil skrining tersebut menunjukkan bahwa kesemua bahan yang diuji ternyata tidak ada yang menyamai kemampuan arrtemisinin dalam memutus rantai siklus hidup parasit dalam sel darah merah.

Temuan ini sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi produk anti malaria yang mampu memberikan manfaat serta efektivitas fungsi yang lebih baik bagi penderita malaria, dibandingkan dengan produk berbahan dasar kina seperti yang selama ini banyak dikembangkan di masyarakat. Tentu saja ini merupakan peluang bisnis bagi industri farmasi sekaligus kabar gembira bagi penderita malaria.

Posted on 21 April 2012, in Kesehatan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. joko ardy nugroho

    posting donk,,,,macam-macam tanaman antimalaria.sangat berguna bagi anak FARMASI USU MEDAN.
    TQ.
    by ardy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: