Radiasi HP Bagai Musuh Dalam Selimut

https://resepsehatalami.wordpress.com

Hari gini gak punya HP? Apa kata dunia?! Slogan ini cocok menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia dewasa ini. Hampir semua orang, mulai dari remaja hingga lanjut usia kini memiliki telepon genggam alias handphone yang popular dengan istilah HP. Bahkan diperkotaan, jamak terlihat anak-anak balita yang nota bene usia murid taman kanak-kanak kemana pergi mengalungi HP.

Orang tua mereka memberikannya karena alasannya agar mudah memonitor kegiatan dan keberadaan si anak. HP memang membuat jarak menjadi dekat dan komunikasi menjadi lancar. Tetapi dibalik kemudahan yang diberikannya, HP bak musuh dalam selimut, diam-diam memiliki sisi negatif yang bisa membahayakan penggunanya. Salah satu bahaya HP yang perlu diwaspadai adalah efek radiasi yang dikeluarkannya. Saat digunakan antena HP memancarkan gelombang elektromaknetik yang tergolong jenis radiasi non ionisasi dengan level rendah. Kendati tergolong radiasi rendah, bukan berarti seratus persen aman. Ada kabar yang mengatakan bahwa radiasi HP bisa mengakibatkan kanker otak. Kabar ini tercetus ketika beberapa tahun silam seorang dokter syaraf di Maryland, Amerika Serikat, bernama Dr. Christopher Newman, menggugat perusahaan-perusahaan pembuat HP senilai 800 juta USD. Newman menderita kanker otak yang disinyalir muncul karena keaktivannya menggunakan HP.

Namun gugatan sang dokter ditolak karena bukti ilmiah yang diajukan dianggap tidak cukup meyakinkan. Kabar buruk tentang efek radiasi HP ini pun akhirnya dianggap sebagai isu. Tetapi berbagai keluhan dan munculnya kejadian-kejadian gangguan saraf dan keganasan pada pengguna HP terus bertambah. Hal ini mendorong WHO mengadakan kajian menyeluruh di 10 negara untuk menyingkap keterkaitan pemakaian HP terhadap risiko terjadinya kanker pada jaringan tubuh di daerah leher dan kepala.

Di Indonesia pernah terjadi kasus yang patut dijadikan sebagai peringatan bagi pengguna HP, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Seorang dokter dalam blog-nya menceritakan tentang nasib kerabatnya seorang gadis berusia belia yang mengalami kejadian aneh. Ada gelombang-gelombang kecil yang membuat tangannya bergerak tanpa disadarinya. Hal ini kemudian berkembang kearah yang lebih buruk, menyebabkan gangguan kesadaran dan membuat si gadis terpaksa dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) di RS Prof. DR. R.D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan penyebabnya adalah radiasi. Setelah dikaji, tidak ada satu pun aktivitas si gadis yang berhubungan langsung dengan paparan radiasi. Dokter curiga pada HP, karena si gadis nyaris 24 jam dalam sehari bersama Hp-nya, bahkan benda yang satu ini pun turut menemaninya kala tidur.

Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat bertindak cepat mengantisiapsi berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi akibat radiasi HP. FCC telah menguji tingkat radiasi beberapa HP. Kekuatan radiasi HP yang akan diterima otak dinamakan Specific Absorption Rate (SAR). FCC menetapkan bahwa semua HP yang memancarkan radiasi di atas 1,6 watt/kg dilarang untuk diproduksi atau dilarang masuk ke Amerika. Hampir semua HP yang beredar memiliki SAR di bawah 1,6 watt/kg sehingga aman di gunakan. Meski begitu ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau telinga panas setelah menggunakan HP. Ini wajar karena batas radiasi HP yang betul-betul aman adalah di bawah 1 watt/g.

Bahaya-bahaya Dibalik Penggunaan HP

Ketika berbagai pihak masih memperdebatkan berbahayaatau tidaknya radiasi HP,temuan-temuan baru terusbermunculan. Berikut ini beberapa penelitian yangmemberikan titik terang bagi masyarakat.

  • Penelitian di Finlandia, radiasi elektromagnetik HP selama 1 jammempengaruhi produksi protein pada sel. Meskipun tidak harusmembahayakan kesehatan, tetapi jika terjadi pada sel otak dapatberakibat fatal.
  • Laporan dari European Journal of Cancer Prevention Augst 02, menyatakanpengugnaan HP lebih rentan bagi timbulnya kanker orakdari pada tidak pernah menggunakannya sama sekali.
  • ICNIRP (International Comission on Non Ionizing Radiation Protection)dan FCC (Federal Communication Commision) menyatakan HPaman digunakan, meskipun wajib bagi produsen mencantumkantingkat pajanan radiasi SAR pada buku manualnya.
  • Meskipun emisi HP sangat kecil, apabila berada di dekat kepala selama beberapa menit dapat menaikan suhu di sel-sel otak sekitar 0,10 C.
  • Radiasi HP memanaskan otak dan kulit. Sebuah kajian yang telah diterbitkan di Inggris tahun lalu, mengungkapkan tingkat paparan (exposure) gelombang dari HP yang ditempelkan di dekat telinga atau bagian badan tertentu lebih besar daripada tingkat paparan dari stasiun HP terhadap seluruh badan.
  • Sebuah studi di Swedia menunjukkan pengguna HP merasakan sensasi panas sebesar 48 kali terhadap telinga, muka dan kepala. Tahun 2006 di Swedia juga dilaporkan bahwa seseorang berisiko 240 persen lebih besar terkena kanker otak berbahaya, tepatnya dibagian kepala yang berdekatan dengan telinga yang sering digunakan untuk menelepon.
  • Di Rusia, HP dapat meningkatkan suhu permukaan kulit sampai 4,7o C yang dapat mengarah timbulnya kanker kulit.
  • Di Inggris, ditemukan seorang pengguna HP yang meninggal karena tumbuhnya sel-sel kanker pada permukaan kulit yang sering bersentuhan dengan HP.
  • Di Australia, tikus percobaan yang terkena radiasi HP selama 18 bulan menghadapi tingkat risiko dua kali lipat terkena kanker.
  • Di Amerika Serikat, pengguna berat HP mengalami penurunan hormon melatonin yang amat penting untuk mencegah berkembangnya sel-sel kanker.
  • Di Austria, perokok pengguna HP berisiko lebih besar terkena kanker dibanding pengguna HP non perokok.
  • Studi lain menunjukkan menggunakan HP selama  30 menit perhari berisiko mengalami pikun (memory loss) dua kali lipat dibanding pengguna HP kurang dari dua menit per hari.
  • Sebuah studi di USA menunjukkan bahwa radiasi HP menyebabkan cacat pada emberio ayam.
  • Sebuah riset di Eropa menunjukkan radiasi HP dapat menyebabkan kebocoran hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh tubuh dari sel darah merah, hal ini mengakibatkan timbulnya sakit jantung dan batu ginjal.
  • Riset pada binatang menunjukkan pengguna HP dapat menurunkan gairah seks secara drastis.
  • Riset yang disponsori oleh industri HP, Pemerintah Norwegia dan Swedia menegaskan adanya korelasi antara lama frekuensi penggunaan HP dengan munculnya gejala-gejala kelelahan, rasa terbakar, dan sakit kepala. Pengguna HP juga ada yang melaporkan telah mengalami kulit gatal-gatal, terbakar dan kejang-kejang.
  • Riset pun menunjukkan bahwa radiasi HP dapat mengaktifkan mercuri dalam tambalan gigi sehingga menghasilkan sejenis gas beracun. Beberapa pakar percaya bahwa gas itu dapat menyerang otak dan sistem syaraf sehingga mengakibatkan kondisi seperti depresi, asma, alzheimer’s dan multiple sclerosis

Untuk meminimalkan bahaya yang ditimbulkan radiasi HP, Anda dapat melakukan tips berikut ini:

  • Batasi pemakaian HP hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
  • Anak-anak di bawah umur seharusnya hanya diperbolehkan memakai HP dalam keadaan darurat saja.
  • Jika memakai HP tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh HP di telinga untuk melakukan pembicaraan.
  • Minimalkan pemakaian HP di ruangan yang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Dalam ruangan seperti ini, HP bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna diruangan yang didominasi bahan baja.
  • Minimalkan penggunaan HP ketika kekuatan sinyal hanya satu bar atau kurang. Dalam kondisi ini, ponsel juga harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.
  • Belilah HP dengan level SAR (Specific Absorption Rate) rendah. Level SAR adalah ukuran kuantitas frekuensi radio yang diserap tubuh manusia. Semakin rendah levelnya, semakin baik untuk meminimalisir radiasi. Anda bisa mendapat informasi mengenai SAR ini di buku panduan atau surfing di internet.

Fokus Tiens

Vol.30 | Januari 2011

Posted on 21 April 2012, in Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: