Produktifitas Lebah

Lebah yang diternakkan di kota ternyata lebih sehat dan menghasilkan madu lebih banyak daripada sejawatnya di desa. Hal yang mengejutkan itu diketahui dalam studi yang dilakukan Union of French Apiarists (UNAF). Ada berbagai faktor dibalik keadaan yang bertolak belakang itu. Suhu udara sedangan yang lebih tinggi dan beragamnya kehidupan tanaman di kota membuat lebah kota menikmati masa polinasi lebih lama dari bermacam jenis bunga. Lebah itu juga terhindar dari pestisida dan berbagai pengobatan tanaman lain yang memukul keras produksi madu di daerah pedesaan. Lebah kota juga terkesan tidak terpengaruh oleh gas buangan mobil.

Lebah-lebah yang ditempatkan di atap sebuah gedung bioskop di kota Nantes, Prancis Barat, dengan  mudah mengungguli jumlah produksi lebah desa 30 km dari sana. Angka kematian diantara lebah kota hanya 6% dibanding 33% yang diderita  sepupunya dipedesaan.

“Lebah memiliki alat filter yang membantunya mengatasi polusi di kota, namun kawanan itu tak berdaya melawan racun hama”, papar Louis Leray, yang telah memindahkan kebanyakan produksi madunya kesebuah taman publik di Nantes.

 “Dalam 25 tahun ini tidak ada yang mengubah prilaku lebah kota milik mereka. Kawanan madu itu memproduksi antara 25-35 Kg madu per sarang dan tingkat kematiannya pada musim dingin ternyata rendah“, ucap Leray. Tapi di negara ini, madu terus berkurang karena sarang lebah makin kehilangan penghuninya.

Jean paucton yang memelihara lebah di taman parc de la villete, Paris serta kawasan pedesaan Creuse, Prancis tengah, mengemukakan lebah kota kepunyaannya memproduksi rata–rata 100 Kg madu persarang, sedangkan produksi madu di desa Cuma 20 hingga 25 Kg. UNAF bertahun-tahun menentang penggunaan pestisida tertentu yang menurutnya merusak industri peternakan lebah. Dua zat kimia Gaucho dan Regent telah dilarang. Akan tetapi dampak pelanggaran kedua jenis racun tersebut kini baru dirasakan di pedesaan.

Molekul-molekul ini adalah Neurotoxin yang membuat kacau lebah dan menyebabkan lebah tak mungkin menemukan kembali sarangnya.Biasanya menderita kehilangan 5%-45%. UNAF berusaha mendorong pemerintah setempat, pengusaha dan kalangan individu membuat sarang-sarang lebah di taman, kebun, balkon dan atap bangunan. Lokasi pemeliharaan lebah paling terkenal di paris adalah atap gedung opera Garnier, yang memproduksi rata-rata 100 Kg “Madu Opera” setiap tahunnya.

Posted on 21 April 2012, in Lain-lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: